Blog

Pentingnya MPASI bagi Kesehatan Anak

Pemberian MPASI yang Benar sebagai penunjang kesehatan anak
Oleh : Dian Nur Laili Mayang dan Reratri Andadari

Hai ibu pintar! Mau tau cara menjaga bayi tetap sehat setelah usia 6 bulan? Yuk dibaca artikel ini:

Bayi yang sehat adalah bayi yang mampu melewati masa kritis 1000 hari pertama kehidupan yaitu tidak mengalami malnutrisi, baik kekurangan maupun kelebihan gizi, sehingga bayi membutuhkan asuhan gizi yang tepat dari ibu pintar1. Ibu pintar tentunya harus mengetahui makanan pendamping ASI bagi bayi yang telah melewati masa ASI Eksklusif yaitu saat umurnya sudah 6 bulan atau lebih. Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) merupakan makanan yang diberikan kepada bayi yang telah berusia 6 bulan keatas sampai 24 bulan sebagai proses awal ketika ASI tidak lagi cukup memenuhi kebutuhan gizi bayi2.

Manfaat MPASI
MPASI sangat penting untuk menunjang kesehatan anak loh, karena membantu menyediakan kebutuhan energi bagi bayi sehingga pertumbuhan dan perkembangannya menjadi optimal. Apabila terjadi kesalahan dalam pemberian akan berdampak buruk bagi kesehatan anak seperti diare bahkan dampak jangka panjang akan membuat anak menjadi malnutrisi dan gangguan otak1.

Kebutuhan Energi Bayi
Energi yang dibutuhkan bayi Indonesia dari MPASI sekitar 200 kkal/hari pada umur 6 – 8 bulan, 300 kkal/hari pada umur 9 – 11 bulan dan 550 kkal/hari pada umur 12 – 23 bulan2.

Persiapan dalam MPASI
Ibu-ibu perlu tahu juga! Bayi membutuhkan waktu untuk terbiasa dengan makanan lain selain ASI, Ibu harus sabar dan memberikan dorongan kepada bayi untuk mau makan, jangan memaksa bayi untuk makan, serta menjaga kebersihan seperti mencuci tangan sebelum mempersiapkan MPASI, menyimpan makanan dengan aman dan langsung di konsumsi setelah disajikan, menggunakan alat yang bersih saat membuat dan menyajikan MPASI, menggunakan cangkir dan mangkuk yang bersih saat memberikan MPASI, dan hindari penggunaan botol dot karena susah menjaga kebersihannya untuk menghindari diare dan penyakit lain2,3.

Teknik Pemberian MPASI
Pemberian MPASI menjadi ajang bagi ibu pintar untuk mengenalkan rasa dan tekstur makanan pada bayi sehingga tidak ada masalah makan dikemudian hari. World Health Organization (2003) mengeluarkan rekomendasi tentang praktik pemberian makan bayi yang benar yaitu: memberikan MPASI pada usia genap 6 bulan sambil melanjutkan ASI sampai 24 bulan; bergizi lengkap dan seimbang yang berasal dari makanan mengandung energi, protein, zat besi, asam amino, dan seng; meningkatkan kebersihan dan keamanan makanan; serta diberikan dengan cara yang benar1.

Saat bayi berumur 6 bulan berikan ASI terlebih dahulu sebelum memberikan MPASI. Berikan makanan bertekstur lumat: bubur susu dan bubur saring, dikarenakan jumlah gigi dan saluran pencernaan bayi yang belum optimal. Frekuensi pemberiannya 2 kali sehari, 2 sampai 3 sendok setiap makan sebagai pengenal rasa. Teksturnya harus cukup pekat/kental untuk diberikan dengan tangan. Bahan makanannya mulai dari makanan pokok (jagung, gandum, nasi, padi-padian, kentang, ubi), pisang, wortel, atau kentang yang dilumatkan2,3.

Saat bayi berumur 9-11 bulan diberikan makanan bertekstur lunak: bubur nasi atau nasi tim, karena jumlah gigi dan saluran pencernaan sudah lebih optimal. Pada umur ini adanya penambahan frekuensi makanan kepada bayi menjadi 3 kali sehari, meningkatkan jumlahnya secara perlahan menjadi setengah cangkir sekitar 250 ml, memberikan makanan keluarga yang dilunakkan, memberikan makanan yang bisa dipegang oleh bayi (finger food), dan memvariasikan makanan setiap kali makan, misalnya: makanan hewani kaya zat besi (daging, telur dan produk-produk susu); makanan pokok (biji-bijian, akar danu mbi-umbian); kacang-kacangan; buah-buahan dan sayuran2,3.
Saat bayi bertambah umur hingga 12 bulan keatas sudah diperbolehkan makan makanan keluarga seperti anggota keluarga lainnya. Frekuensi makan tetap 3 kali sehari, memberikan makan keluarga yang dipotong-potong, makanan yang bisa ia pegang, dan makanan yang diiris-iris2,3.

Resep Bubur Bayi
Agar ibu tidak salah dalam memasakan bubur untuk bayi, berikut cara memasak bubur MPASI WHO menurut perinasia4.

  1. Ambil nasi satu mangkok ditambah air satu mangkok (air bisa kaldu atau santan);
  2. Tambahkan bumbu, sayur-mayur dan lauk-pauk. Bumbu utuh saja, bawang cukup dibelah dua dan jangan ikut dilumatkan. Sayur dan lauk yang di iris halus;
  3. Masak di atas api hingga air habis sehingga nasi telah menjadi bubur lembik;
  4. Ambil bubur lembik lalu lumatkan dengan saringan kawat;
  5. Sajikan dengan ditambahkan sedikit minyak atau margarine atau mentega sebagai sumber penambahan kalori karena permasalahan gizi di Indonesia banyak anak kurang asupan kalori.

Resep ini dimasak dalam waktu yang sangat singkat loh, hanya sekitar 10 menit dan tidak merepotkan.
Jadi, jika ibu tidak ingin sang buah hati kekurangan zat gizi dan akan berefek negative ke kesehatannya serta kelangsungan hidupnya saat dewasa, perhatikan makanannya dan jangan memberikan anak makanan sembarangan, usahakan memberikan makanan yang kaya gizi sehingga anak bisa berkembang dan tumbuh secara optimal.

Sumber :

  1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Praktik Pemberian Makan Berbasis Bukti pada Bayi dan Batita di Indonesia untuk Mencegah Malnutrisi. Jakarta : Unit Kerja Koordinasi Nutrisi dan Penyakit Metabolik; 2015
  2. Kathryn Dewey. Guiding Principles for Complementary Feeding of The Breastfed Child. Amerika : PAN American Health Organization and World Health Organization; 2001
  3. UNICEF. Paket Konseling: Pemberian Makan Bayi Dan Anak [internet]. tanpa tahun. Tersedia di : https://www.unicef.org pada November 2016
  4. Akre,J. Infant Feeding : The Physiological Basis. Jakarta : Perkumpulan Perinatologi Indonesia (Perinasia); 1994

Leave us your thought

(start with http://)